Cloud Computing
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna (User) untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi, Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi dari pengguna (User) disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi, setelah melalui proses ini data diproses dan pada proses final pengguna (User) akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan berbagai manfaatnya.
Jenis-jenis Mobile Computing
- Laptop
- Wearable Computer
- PDA
- Smartphone
- Carputer
- UMPC
Kelebihan menggunakan Mobile Computing
- Mobilitas
- Keefektifan
Kekurangan menggunkaan Mobile Computing
- Rendahnya jaringan Bandwidth
- Biaya komunikasi asimetrik
- Koneksi yang lemah
- Konsumsi tenaga
Mobile computing
Mobile Computing terkadang disebut sebagai 'Interaksi Komputer Manusia'. Mobile Computing adalah serangkaian teknologi, produk, layanan, dan strategi dan prosedur operasional IT yang memungkinkan orang untuk mengakses data dan informasi dari mana pun mereka berada. Keuntungan utama dari Mobile Computing adalah kenyamanan, memungkinkan pengguna kapan saja, di mana saja akses ke informasi dan sumber daya komputasi.
Bagaimana cara kerja Mobile Computing?

Mobile Computing melibatkan workstation Mobile Computing dari beberapa bentuk, yang biasa disebut sebagai perangkat seluler, dan koneksi nirkabel seperti teknologi Wi-Fi (LAN nirkabel atau WAN nirkabel). Penyimpanan data lokal di perangkat seluler, dan dapat disinkronkan dengan konten saat kami melakukan komputasi di komputer pribadi (PC). Komunikasi nirkabel terjalin dengan baik, dan jaringan Wi-Fi dan 4G saat ini dapat menawarkan paket layanan data tanpa batas. Sebagian besar pengguna menemukan pengeluaran data bulanan mereka terikat dan dapat dikelola, dengan ketersediaan, keandalan, dan throughput yang baik.
Teknologi Seluler
Sebagian besar vendor sirkuit terintegrasi mikroprosesor menawarkan versi seluler produk mereka, menampilkan konsumsi daya yang lebih rendah, ukuran fisik yang lebih kecil dan, akibatnya, seringkali kinerja yang lebih rendah daripada rekan-rekan desktop mereka. Jadi, dengan menggunakan aplikasi seluler kita dapat menggunakan aplikasi desktop dengan bandwidth yang lebih rendah, seperti Microsoft Office dengan beberapa fungsi tidak tersedia di perangkat seluler. Tapi setidaknya kita dapat menggunakan aplikasi seluler untuk melakukan fungsi dasar, seperti melihat dan mengedit data dalam aplikasi. Teknologi seluler menggunakan penyimpanan berbasis cloud untuk pencadangan, penyimpanan massal, dan berbagi file. Dengan menggunakan penyimpanan berbasis cloud, itu bisa andal, cepat dan hemat biaya. Itu hanya karena perusahaan tidak harus menyediakan tempat khusus untuk menyimpan data, seperti peternakan sever atau sesuatu seperti itu.
Sejarah Mobile Computing
Smartphone modern berevolusi dari asisten digital pribadi (PDAs), yang pertama kali muncul pada awal 1990-an, pertumbuhan perangkat penyelenggara pribadi yang dirancang untuk menyimpan dan mengambil informasi yang diperlukan untuk produktivitas pribadi, seperti kalender dan direktori telepon. Perkembangan sistem operasi ponsel pintar seperti Android dan IOS membuat Mobile Computing menjadi booming saat ini. Arsitektur Mobile Computing saat ini semakin berpusat pada cloud, dengan akses berbasis web dan cloud yang penting dalam banyak aplikasi. Layanan utama berbasis cloud meliputi distribusi perangkat lunak, manajemen perangkat, penyimpanan dan berbagi data, dan akses ke aplikasi bersama.
Ada beberapa manfaat Mobile Computing, sebagai berikut:
· Konektivitas:Anda dapat tetap terhubung ke semua sumber setiap saat.
· Keterlibatan Sosial:Anda dapat berinteraksi dengan berbagai pengguna melalui Internet.
· Personalisasi: Anda dapat menyesuaikan Mobile Computing dengan kebutuhan pribadi Anda.
Ubiquitous Computing
Konsep dasar mengenai ubiquitous computing pertama sekali diperkenalkan oleh Gordon Moore pada tahun1965. Moore mengamati bahwa jumlah transistor pada sebuah sirkuit meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Pengamatan ini kemudian melahirkan Moore’s Law Electronics yang menyakan “The future of Integrated Electronics is the future of electronics itself. The advantages of integration will bring about a proliferation of electronics, pushing this science into many areas. Integrated circuits will lead to such wonder as home computer-or at least terminal connected to a central computer-automatic control for automobiles, personal portable communications equipment”.
Weiser berpendapat bahwa di masa depan teknologi komputer akan kita temui ditanamkan (embedded) pada setiap perangkat yang kita gunakan sehari-hari, dimana perangkat tersebut akan mendukung aktifitas harian kita, dan relevan dengan aktifitas harian kita masing-masing, mengelola rumah kita. Weiser menyebutkan “The most profound technologies are those that disappear. They weave themselves into the fabric of everyday life until they indistinguishable from it”. Menurut Weiser, ubiquitous computing adalah the next generation computing environment dimana penggunanya secara terus menerus berinteraksi dengan jaringan wireless komputer, computing ada di seluruh aktifitas manusia dan invisible kepada penggunanya. Ada tiga key points menurut Wiser, yaitu: (1) Contrasting virtual reality yakni menanamkan (embedded) komputer ke dalam real world, bukan real world kedalam komputer; (2) Challenging the Personal Computing paradigm yakni terlalu berfokus pada mesin dibandingkan task yang harus diselesaikan; (3) New Era of Computing yakni komputer ada di setiap aktifitas kehidupan kita.
Gambar 1 merupakan contoh dari ubiquitous computing. Pengguna terhubung dengan berbagai layanan yang diakses melalui smart devices pada smart environment dengan menggunakan smart interaction. Hal ini akan mengubah paradigma computing time shared by many people menjadi human time shared by many computers. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Perkembangan teknologi komputer sendiri sah mendukung hal-hal berikut ini: (1) Microprocessors sudah berukuran kecil sehingga mudah ditanamkan diperangkat yang digunakan pada aktifitas sehari-hari; (2) Storage harganya sudah lebih terjangkau dan dengan kapasitas yang besar; (3) Wireless networking tersedia untuk mendukung komunikasi; (4) Material baru untuk mendukung berbagai bentuk kebutuhan seperti e-ink, dan tampilan yang fleksibel.
Ubiquitous computing system merupakan perubahan paradigma dari personal computing menjadi physical integration. Pada era personal computing membutuhkan perhatian penuh pengguna dan tidak menggimplentasikan context-awareness dalam pengembangannya, sementara itu pada era ubiquitous computing system sudah melibatkan context-awareness dan melibatkan human-computer pada sistem. Context-awareness yang dimaksud adalah memodelkan aktifitas penggunanya (yang dapat diukur secara tenjibel) dalam berbagai situasi untuk mempelajari kebiasaan pengguna dalam mengoptimalkan sistem. Sehingga kita sulit membedakan aktifitas yang berinteraksi dengan komputer atau manusia.
Penerapan ubiquitous computing seperti pada Info Pad.InfoPad merupakan penelitian yang dilakukan di universitas UC Berkeley, berkaitan dengan Ubiquitous Computing System. Penelitian ini dimulai pada tahun 1992 yang bertujuan menyediakan informasi multimedia yang akan diakses oleh 50 pengguna pada lokasi yang sudah ditentukan secara bersamaan. InfoPad menggunakan devices yang menampilkan informasi multimedia secara portable dengan wireless terminal dengan cost rendah.
Seluruhnya informasi multimedia disimpan di server. InfoPad menggunakan LCD dan stylus untuk mendukung interaksi pengguna dengan devices. Pengembangan lebih lanjut lagi, InfoPad menggunakan pengenalan suara (speech recognition) dalam menerima perintah dari penggunanya. Pengenalan suara akan memetakan masing-masing suara ke perintah dari pengguna jika menggunakan stylus. Seluruh pengolahan masukan data dan pengembalian informasi dilakukan di server, InfoPad hanya bertujuan untuk menerima data dari pengguna dan menampilkan informasi dari server. InfoPad dapat digunakan pada daerah yang sudah ditentukan UC Berkeley melalui wireless connection. Arsitektur InfoPad proyek seperti tertera pada gambar diatas.
NanoScience
Nanoteknologi adalah manipulasi materi pada skala atomik dan skala molekular. Diameter atom berkisar antara 62 pikometer (atom Helium) sampai 520 pikometer (atom Cesium), sedangkan kombinasi dari beberapa atom membentuk molekul dengan kisaran ukuran nano, yaitu ukuran benda yang besarnya: satu permilyar meter (0,0000000001 m) atau satu meter dibagi satu miliar. Istilah Nanoteknologi pertama kali disebut dalam pidato ilmiah Profesor Nario Taniguci tahun 1974.
Deskripsi awal dari nanoteknologi mengacu pada tujuan penggunaan teknologi untuk memanipulasi atom dan molekul untuk membuat produk berskala makro. Deskripsi yang lebih umum adalah manipulasi materi dengan ukuran maksimum 100 nanometer.
Kontribusi teknologi nano pada pengembangan IT secar agaris besar dapat dibagi menjadi tiga:
- Penambahan kepadatan jumlah device
Gambaran mudahnya, bila ukuran satu buah transistor bisa dibuat lebih kecil maka kepadatan jumlah transistor pada ukuran chip yang sama secara otomatis akan menjadi lebih besar.
2. Memungkinkannya aplikasi efek kuantum.
3. Penambahan fungsi baru pada sistem yang sudah ada
Membuat material sama dalam ukuran kecil, tetapi membuat suatu fungsi yang baru ketika atom atau molekul yang berbeda jenis disusun dalam suatu sistem device.
Penelitian dan pengembangan
Karena berbagai aplikasi potensial (termasuk industri dan militer), pemerintahan berbagai negara telah menginvestasikan miliaran dolar dalam penelitian nanoteknologi. Sebelum 2012, AS menginvestasikan US$3,7 miliar menggunakan National Nanotechnology Initiative, Uni Eropa menginvestasikan US$1,2 miliar, dan Jepang menginvestasikan US$750 juta. Lebih dari enam puluh negara menciptakan program penelitian dan pengembangan nanoteknologi (R&D) antara tahun 2001 dan 2004. Pada 2012, AS dan UE masing-masing menginvestasikan US$2,1 miliar pada penelitian nanoteknologi, diikuti oleh Jepang dengan US$1,2 miliar. Investasi global mencapai US$7,9 miliar pada 2012. Pendanaan pemerintah dilampaui oleh pengeluaran R&D perusahaan untuk penelitian nanoteknologi, yang mencapai US$10 miliar pada tahun 2012. Pengeluaran litbang korporat terbesar berasal dari AS, Jepang, dan Jerman yang jika digabungkan sebesar US$7,1 miliar.
Per Agustus 2008, Project on Emerging Nanotechnologies memperkirakan ada sekitar 800 produk nanoteknologi yang tersedia secara umum, dengan 1 produk baru muncul tiap 3-4 minggu. Aplikasi lainnya seperti bola tenis yang bisa bertahan lebih lama, bola golf yang bisa terbang lurus, dan bola bowling yang bisa lebih tahan dan permukaannya lebih keras. Celana panjang dan kaus kaki juga telah dimasukkan nanoteknologi sehingga bisa bertahan lebih lama dan tetap dingin pada musim panas. Bandage diinfus dengan nano perak untuk menyembuhkan luka lebih cepat.
Konsol permainan video dan komputer pribadi lebih murah, cepat, dan memori lebih tinggi berkat nanoteknologi. Nanoteknologi memungkinkan peralatan medis yang ada saat ini menjadi lebih murah dan mudah digunakan. Mobil dibuat dengan nanomaterial sehingga butuh logam lebih sedikit dan bahan bakar lebih hemat di masa depan. Ilmuwan saat ini sedang mengembangkan nanoteknologi untuk mesin diesel dengan gas buang lebih bersih.
Platina saat ini digunakan sebagai katalis pada mesin diesel. Platina digunakan pada katalis reduksi dan oksidasi. Tujuan proyek ini adalah memaksimalkan luas permukaan dan meminimalkan material yang dibutuhkan. Jika luas permukaan katalis yang terekspos gas buang semakin besar, maka efisiensi katalis meningkat.
GridTechnology
Perkembangan kecepatan prosesor berkembang sesuai dengan Hukum Moore, meskipun demikian bandwith jaringan komputer berkembang jauh lebih pesat. Semakin cepatnya jalur komunikasi ini membuka peluang untuk menggabungkan kekuatan komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah. Perkembangan ini memungkinkan skala komputasi terdistribusi ditingkatkan lebih jauh lagi secara geografis, melintasi batas-batas domain administrasi yang sudah ada.
Pesatnya perkembangan teknologi komputer di negara-negara maju, membuat para penelitinya semakin haus akan tenaga komputasi yang dapat menjawab tantangan dan permasalahan yang mereka hadapi. Walaupun sudah memiliki super computer dengan kapasitas yang sangat tinggi, apa yang sudah ada ini pun dirasa tetap kurang, karena mereka berusaha memecahkan permasalahan yang lebih besar lagi. Setelah semua komputer yg dimiliki seorang "peneliti haus tenaga komputasi" dipergunakan habis-habisan untuk memecahkan masalahnya, setelah berbagai cara untuk memecahkan masalah dicoba, dan dipilih yang paling efisien, tetapi tetap masalahnya belum bisa dipecahkan juga, apa yang harus dia lakukan? Komputasi grid adalah salah satu jawaban dari pertanyaan ini.
Grid Technology merupakan sebuah sistem komputasi terdistribusi, yang memungkinkan seluruh sumber daya (resource) dalam jaringan, seperti pemrosesan, bandwidth jaringan, dan kapasitas media penyimpan, membentuk sebuah sistem tunggal secara virtual.
Grid Computing menawarkan solusi komputasi yang murah, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersebar dan heterogen serta pengaksesan yang mudah dari mana saja. Globus Toolkit merupakan sekumpulan perangkat lunak dan pustaka pembuatan lingkungan komputasi grid yang bersifat Open-source. Dengan adanya lingkungan komputasi grid ini diharapkan mempermudah dan mengoptimalkan eksekusi program yang menggunakan pustaka paralel.
Indonesia sudah menggunakan sistem Grid dan diberi nama InGrid (Inherent Grid). Sistem komputasi grid mulai beroperasi pada bulan Maret 2007 dan terus dikembangkan sampai saat ini. InGrid ini menghubungan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa instansi pemerintahan seperti BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).
Cara kerja Grid Computing
- Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumber daya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat
- Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka
- Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih
Elemen-elemen dalam Komputasi Grid
- Hardware/sumber daya
Hardware dalam komputasi grid mencakup perangkat penyimpanan, prosesor, memori, jaringan, dan software yang di desain untuk mengelola hardware ini, misalnya database, manajemen penyimpanan, manajemen sistem, server aplikasi, dan sistem operasi.
2. Software
Software merupakan suatu perangkat yang menghubungkan semua middleware. Middleware itu sendiri adalah bagian dari software, yaitu lapisan software yang terletak antara sistem operasi dan aplikasi yang berfungsi sebagai penghubung komunikasi antar objek dari sistem yang berbeda. Unsur-unsur dasar middleware adalah keamanan (security), pengaturan sumber daya (resource management), pengaturan data (data management), dan layanan informasi (information services). Contoh middleware adalah Globus Toolkit, Gridbus, Microsoft's COM/DCOM, Unicore, dll.
3. Brainware ( orang yang memelihara dan memakai komputasi grid)
Brainware dalam komputasi grid hanya meliputi pemelihara dan pemakai grid. Dahulu Grid Computing cenderung hanya di pakai oleh para ilmuan untuk kepentingan ilmiah. Orang yang memelihara dan menggunakan teknologi Grid Computing ini, berdasarkan penelitian penggunaannya akan meluas pada:
- Jaringan penelitian publik bagi para peneliti dan ilmuan
- Layanan (service)
- Berbagai institusi keuangan
- Service Oriented Architecture (SOA)
Kelebihan dan kekurangan Grid Computing
Beberapa manfaat, antara lain:
- Grid Computing menjanjikan peningkatan utilitas dan fleksibilitas yang lebih besar untuk sumber daya infrastruktur, aplikasi dan informasi.
- Grid Computing bisa memberi penghematan uang, baik dari sisi investasi modal maupun operating cost-nya
Beberapa hambatan, antara lain:
- Manajemen institusi yang terllau birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas
- Masih sedikitnya Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam mengelola Grod Computing.
Daftar pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
https://sis.binus.ac.id/2017/09/29/mobile-computing/
https://socs.binus.ac.id/2018/12/20/apa-itu-ubiquitous-computing/
https://en.wikipedia.org/wiki/Nanotechnology
No comments:
Post a Comment