Wednesday, April 21, 2021

SPESIFIKASI LAYANAN DAN MODEL BISNIS

·        PENGERTIAN

Model bisnis menentukan bagaimana cara dan nilai apa saja yang ditambahkan oleh suatu perusahaan dalam menawarkan produk maupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Model bisnis lama dengan model bisnis sekarang atau masa kini jelas berbeda jauh, perbedaanya yaitu model bisnis lama atau industri lama atau yg lebih dikenal dengan ekonomi industri lebih cenderung kedalam industri sedangkan dengan Model bisnis baru atau masa kini atau lebih dikenal dengan era informasi tidak memerlukan banyak model besar karena situs-situs penyedia informasi sudah cukup banyak.

·        PARADIGMA BARU

Model bisnis tidak hanya jual dan beli melalui internet saja, namun lebih berbicara tentang model bisnis dan struktur bisnis apa yang paling cocok bagi perusahaan dengan bantuan internet untuk mencapai posisi pasar yang lebih baik. Model bisnis lama lebih cenderung kedalam industri dan pada model bisnis masa kini lebih dikenal dengan era informasi yang tidak memerlukan banyak model besar karena situs penyedia informasi sudah cukup banyak.

·        TIPOLOGI MODEL-MODEL BISNIS

Tipologi model bisnis secara elektronik (e-business) digolongkan kedalam lima macam model berdasarkan tingkat kontrol ekonomis dan tingkat nilai integrasinya.

1. Agora adalah suatu e-business yang merupakan suatu tempat diamana pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan transaksi.

2. Agregasi (aggregations) adalah e-business yang menggabungkan (Agregasi) beberapa pemasok kedalam satu buah toko online yang nyaman. (kontrol mengorganisasikan sendiri, agregasi rendah)

3. Aliansi (alliance) adalah kerjasama beberapa anggota untuk mencapai tujuan teertentu. (kontrol mengorganisasikan sendiri, agregasi tinggi)

4. Rantai nilai (value chain) adalah jaringan integrasi vertikal yang menambah nilai ke input berikutnya. Rantai nilai ini akan menyampaikan bagaiman nilai-nilai kepada pelanggan yaitu nilai-nilai yang dapat disediakan oleh perusahaan disekitar produk

atau jasa yang dijual seperti :

• Kecepatan layanan

• Nyaman

• Personalisasi

• Harga

5. Jaringan distrubusi (distrubutiv network) menyediakan jasa mengalokasikan dan mendistribusikan dari pada memproduksi dan membeli barang-barang, jasa dan informasi. Pengelompokan lainnya dari model e-business adalah mengelompokkannya berdasarkan siapa yang berpartisipasi dalam transaksi yaitu B2C (business to consumer) dan B2B (business to business). Empat modelnnya adalah :

• Toko online

• Penyedia isi

• Pengumpul isis atau pengagregasi isi

• Penyedia infrastruktur.

·        PERUBAHAN MODEL BISNIS

Dalam perubahan model bisnis disini adalah sistem atau cara yang digunakan. Di perubahan model bisnis sekarang lebih canggih yaitu memanfaatkan teknologi yang ada yaitu dengan jaringan internet.

·        TREND KEDEPAN

Dengan berkembang pesatnya teknologi pada era informasi maka model bisnis memiliki perkembangan terhadap era tersebut yaitu sebagai berikut.


1.      TREND : PELANGGAN

1. Pelayanan yang cepat (faster service)

Dengan adanya aplikasi dari e-business akan mempercepat pelayanan yang dapat diberikan kepada konsumen

2. Swalayan (self-service)

Keinginan konsumen dapat berbelanja kapan saja, dimana saja, selama tersambung dengan internet. Waktu yang dihabiskan untuk perjalanan ke mall berkurang, susahnya mencari tempat parkir, hingga kemacetan lalu lintas.

3. Beragam pilihan (more products choices)

Seiring dengan meningkatnya daya dan perhatian konsumen, perusahaan berusaha menyediakan berbagai variasi produk dan jasa, beserta kustomisasi produk.

4. Konsumen tidak lagi butuh retail lain atau toko lain yang memberikan yang terbaik, konsumen menginginkan layanan bisnis yang terintegrasi model one-stop-shopping.

2.     TREND: E-SERVICE

1. Penjualan & layanan (integrated sales & service)

Konsumen sekarang menginginkan informasi yang cepat, akurat, konsisten dan mereka mengharapkan layanan sebelum dan sesudah membeli.

2. Dukungan yang tanpa celah (seamless support)

Pada bisnis yang berfokus kepada konsumen,seorang manajer harus memahami, bahwa konsumen menghargai waktu mereka, dan konsumen semakin tidak toleran terhadap layanan yang kurang memuaskan.

3. Jasa pengantaran yang nyaman dan persyaratan yang fleksibel (flexible fullfilment & convinient service delivery)

Supply Chain Management adalah solusi, lebih dekat kepada konsumen, mengurangi pemborosan dalam supply chain (waktu, persediaan, dsb), akses informasi real-time dengan konsumen, dan membentuk rekanan dengan koordinasi virtual.

4. Meningkatkan keterbukaan proses bisnis (increased process visibility) 

Process visibility berarti menyediakan konsumen terhadap akses yang akurat, terhadap informasi waktu tentang status order, penetapan harga produk, dan ketersediaan produk.

3.     TREND: ORGANISASI

1. Pemberdayaan dari luar atau Alih Daya (outsourcing)

Outsourcing memberikan fondasi atas penciptaan perusahaan virtual, inti dari konsep e-business.

2. Kontrak produksi (contract manufacturing)

 Tujuan dari perusahaan untuk memindahkan dari fokus terhadap modal atau asset-intentsive (manufacturing), ke fokus terhadap pengetahuan dan marketing-intensive (marketing).

3. Distribusi virtual (virtual distribution)

 Dengan menggabungkan mekanisme distribusi dan transaksi untuk menguasai suatu pasar, distributor virtual memanfaatkan kemampuan web dalam menciptakan suatu pasar efisien yang tidak hanya dapat menghubungkan pembeli dan penjual, namun juga teknologi, informasi, dan aktivitas dagang.

4.     TREND: TENAGA KERJA

1. Mempekerjakan yang terbaik (hiring the best and brightest) 

Perusahaan besar yang mulai merambah e-commerce mengalami kesulitan untuk merekrut karyawan yang berbakat.

2. Mempertahankan karyawan berbakat (keeping talented employees)

 Mempertahankan budaya kerja yang dapat mengarahkan pada kesuksesan dan inovasi bukan lagi suatu syarat yang harus dipenuhi untuk perusahaan, melainkan suatu keharusan dalam dunia e-business.

5.     TREND: TEKNOLOGI PERUSAHAAN

1. Aplikasi perusahaan yang terintegrasi (integrated enterprise applications)

Selama beberapa dekade telah ditunjukkan bahwa perusahaan yang menginginkan optimasi proses bisnis akan melakukan integrasi dalam segala fungsi. Dan hal ini akan terus berlanjut ke masa depan, paket-paket software untuk integrasi perusahaan pun telah banyak bermunculan seperti SAP dan PeopleSoft yang membantu perusahaan dalam proses integrasi tidak hanya pada fungsi perusahaan, namun juga dengan pihak eksternal yang berhubungan dengan perusahaan, seperti supplier, partner, dan pelanggan.

2. Integrasi saluran (multichannel integration)

Integrasi layanan berarti menyediakan standar layanan pelanggan berkualitas tinggi disemua saluran. Integrasi saluran (multichannel integration) merupakan suatu yang penting, karena adanya distribusi informasi tentang bisnis dan transaksi yang akan memberikan kemudahan untuk berbagai pelanggan, dimana saja, kapan saja.

3. Aplikasi penghubung (middleware)

Untuk mempertemukan bisnis dan teknologi terkadang diperlukan suatu aplikasi penghubung (middleware), beberapa sebab diperlukannya aplikasi penghubung antara lain karena sistem lama yang tidak memungkinkan atau sulit untuk diganti sehingga diperlukan aplikasi penghubung antara sistem lama dengan sistem baru yang akan dipasang.

6.     TREND: TEKNOLOGI UMUM

1. Aplikasi web nirkabel (wireless web applications)

Bisnis di masa depan lebih berbentuk mobile, terintegrasi dan personal. Dengan semakin menjamurnya infrastruktur nirkabel, era baru pemanfaatan berbagai gelombang udara untuk melakukan bisnis antara konsumen dan perusahaan.

2. Aplikasi informasi dan komputer tangan (handheld computing & information appliances) : Para konsumen meminta akses informasi yang lebih mudah, lebih kritis, personal, dan profesional. Peningkatan kebutuhan untuk produktivitas dan konektivitas ”kapan saja , dimana saja” telah memberikan jalan pada alat-alat komunikasi yang mudah digenggam.

3. Konvergensi infrakstruktur (infrastructure convergence) 

Trend besar dalam infrastruktur untuk e-business adalah penggabungan dari berbagai data dan jaringan.

4. Penyedia jasa aplikasi (application service provider) 

Pengambilan keputusan dalam penggunaan aplikasi informasi perusahaan telah berkembang, yang dulunya make versus buy, sekarang berubah menjadi make versus buy versus rent.

No comments:

Post a Comment